Pesona Masjid Teuku Umar, Masjid Sang Pahlawan

Share:
loading...
Masjid Teuku Umar | Foto : Teuku Emy


Masjid yang terletak di Jalan Teuku Umar, berdiri menjulangkan kubahnya yang menjadi lambang perjuangan  rakyat Aceh Meskipun terletak di hadapan  pusat perbelanjaan Suzuya Mall, tak membuat pesona etnik dari masjid ini memudar, bahkan Masjid ini tetap menampilkan pesonanya sebagai mesjid megah di dataran Aceh ini.

Masjid yang dulunya dibangun dari hasil swadaya masyarakat ini didirikan dengan nama Masjid Al-Iklas pada tahun 1989. 

Kemudian  diubah  namanya menjadi Masjid Baitul Musyahadah pada tahun 1993 silam. Namun seiring berjalannyta waktu masjid ini sering disebut dengan masjid Teuku Umar, seorang pahlawan Aceh.

Masjid ini memiliki desain arsitektur yang sangat khas. Terutama pada bagian kubah yang dibentuk menyerupai topi khas aceh yang disebut kupiah meukotop.

Kubah Masjid Teuku Umar | Foto : Teuku Emy

Kupiah meukutop sendiri memiliki arti filosofi yang cukup mendalam bagi masyarakat Aceh. Terutama dalam melambangkan reusam (aturan adat), adat istiadat, hukum islam dan juga qanun (peraturan daerah).

Ketika memasuki kedalam masjid,  ukiran motif Pinto Aceh pun terpampang jelas di dinding,  silau warna emasnya pun seakaan memancarkan keindahannya. Ini merupakan khas dari mesjid berkubah kupiah tersebut.

Motif pinto Aceh  ini diciptakan tahun 1935 oleh Mahmud Ibrahim, perajin emas dari Blang Oi. Karena  kepiawaiannya membuat perhiasan ia dipanggil orang dengan Utoh Mud. Utoh Mud memperoleh sertifikat resmi atas keterampilannya itu dari pemerintah Belanda di Kutaraja (Banda Aceh) pada tahun 1926. Saat itu ia hanya membuat satu jenis perhiasan dengan motif Pinto Aceh, yaitu bros. Kini sudah ada cincin, leontin dan tusuk sanggul dengan variasi motif Pinto Aceh ini.

Motif Pinto Aceh di dalam Masjid Teuku Umar | Foto : Teuku Emy

Selain itu, di dalam masjid kupiah meukutop juga terdapat dua buah jam yang berdiri kokoh disamping mimbar , menampilkan kesan yang sangat mendalam, yang selalu siap siaga mengingatkan jamaahnya untuk melakukan ibadah.

Masjid yang berdiri di lahan sekitar 3 Ha ini memiliki beberapa fasilitas. Seperti tempat whuduk laki-laki dan perempuan yang representatif dan lahan parkir yang luas yang disediakan untuk para jamaah.

Tampak Depan Masjid Teuku Umar | Foto : Teuku Emy

Sebagai sarana publik, Masjid Baitul Musyahadah atau yang lebih dikenal dengan masjid Teuku Umar ini  punya fungsi sosial kemasyarakatan. Masjid ini sering juga dipakai sebagai tempat melangsungkan pernikahan, kegiatan Isra’ Mikraj, khanduri sampai menjadi tempat persinggahan jamaah tabligh.

Bahkan di beberapa sudut pintu keluar masjid , juga  kerap terlihat beberapa pria berjubah dan orang tua  dengan pakaian batiknya itu menajajakan berbagai barang dagangannya, dari minyak wangi hingga baju sekalipun.



loading...

2 komentar: