Benteng Inong Balee, Tempat Latihan Militer 1000 Janda Aceh

Share:
loading...


PEJALANKAKI – Malahayati merupakan perempuan pejuang asal Kesultanan Aceh. Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal belanda.

Pada masa itu dibentuk Benteng Inong Balee untuk tempat perlindungan yang terletak di sebuah bukit kecil di sepanjang Teluk Krueng Raya yang menghadap ke Samudra India.  

Benteng ini dibangun pada tahun 1599 oleh Malahayati, seorang perempuan pejuang Aceh, untuk menampung tentara Inong Balee.

Selain sebagai sebuah benteng, Benteng Inong Balee juga berfungsi sebagai akomodasi bagi janda yang suaminya terbunuh dalam pertempuran.

Benteng ini juga sebagai fasilitas pelatihan militer bagi Malahayati melatih tentara wanita Kerajaan Aceh, dan sebagai sebuah pusat logistik militer.

Benteng ini memiliki struktur persegi panjang berukuran sekitar 60 m x 40 m dengan dinding batu melingkar setebal 2 meter dan tinggi 2,5 meter.

Lokasinya yang strategis diatas bukit - sekitar 100 meter di atas permukaan laut - benteng tersebut memiliki pandangan tanpa hambatan terhadap semua kapal yang masuk ke pelabuhan Kesultanan Aceh. Oleh karena itu, tentara Inong Balee dapat dengan mudah menyerang kapal perang Portugis dan Belanda.

Selain itu, benteng ini juga memiliki view pemandangan laut lepas yang bisa dikunjungi sebagai objek wisata bagi keluarga. (*)

loading...

Tidak ada komentar