Destinasi Menarik Peninggalan Tsunami yang Dapat Dikunjungi di Aceh

Share:
loading...

JAKWISATA.COM - Tsunami. Itulah kata yang masih melekat didalam pikiran masyarakat Aceh hingga saat ini. Kejadian yang amat dahsyat pernah terjadi di bumi Aceh pada akhir 2014 silam yang masih meninggalkan luka yang mendalam.

Gelombang besar yang sangat mengerikan itu menghantam dan menghancurkan semuanya. Harta benda hilang, nyawa melayang, keluarga lekang dari pelukan. Tak tanggung-tanggung ratusan ribu nyawa melayang.

Kejadian tersebut kini telah banyak meninggalkan buktinya. Situs-situs tersebut sudah berubah menjadi tempat wisata mengenal bencana alam. Itu semua sudah menjadi bukti di bumi Serambi Mekkah ini pernah terjadi bencana yang amat besar.

Berikut sisa peninggalan Tsunami yang sudah berubah menjadi dan dapat dikunjungi oleh banyak orang.

Meseum Tsunami Aceh

Foto: Teuku Emy/JAKWISATA
Bangunan ini dibangun setelah Bencana Tsunami menerjang Aceh. Pemerintah Aceh membangun Meseum Tsunami Aceh untuk dapat mengingat dan mengenang peristiwa besar ini. Meseum ini dirancang sebagai simbolis untuk bencana gempa dan tsunami.

Selain itu, Meseum ini juga dijadikan tempat edukasi tentang bencana dan termpat perlindungan darurat jika terjadi tsunami. Luas Meseum Tsunami Aceh 2.500 m² dengan struktur empat lantai dan dinding lengkungannya ditutupi relief geometris

Masjid Rahmatullah Lhoknga

Masjid Rahmatullah Lhoknga. FOTO: Indonesiakaya.com
Masjid ini menjadi saksi betapa dahsyatnya bencana yang terjadi pada 2004 silam di Aceh. Sebagian kota yang ada di Aceh nyaris saja datar dengan tanah. Namun ada sebuah masjid yang berdiri kokoh ditengah kehancuran yang terjadi. Masjid ini ialah Masjid Rahmatullah.


PLTD Apung

PLTD Kapal Apung. FOTO: PESONA TRAVEL
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung ini menjadi salah satu bukti betapa ganasnya gelombang tsunami yang menghantam Aceh. Sebelum tsunami terjadi, Kapal Apung ini terletak di Pelabuhan Ulee Lheuh, setalah tsunami kapal ini dibawa oleh dahsyatnya tsunami sejauh 5 Km ke daerah Punge Blang Cut.

Sekarang, PLTD Apung sudah menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi orang setiap harinya. Bukan saja masyarakat Aceh mengunjunginya, melainkan wisatawan mancanegara juga datang.

Kapal Nelayan di Atap Rumah Warga
Kapal Nelayan di Atas Atap Rumah Warga di Lampulo. FOTO: steemit @yayan
Ini merupakan situs peninggalan tsunami yang masih dapat kita lihat hingga sekarang. Terletak di Lampulo ada sebuah kapal nelayan yang tersangkut di atap rumah milik warga. Kapal nelayan ini dibawa gelombang besar tsunami hingga mendarat di atap rumah milik pasangan Misbah dan Abasiah.

Kapal ini telah menyelamatkan 59 awak yang hendak bepergian ke Lhoksumawe pada pagi hari sesaat sebelum tsunami. Di dalam situs ini juga terdapat informasi lebih banyak mengenai situs peninggalan tsunami ini.

Kubah Masjid Al-Tsunami

Masjid Kubah Al-Tsunami. FOTO: ANTARA ACEH
Saat tsunami melanda Aceh, ada sebuah kubah Masjid yang memiliki beban seberat 80 Ton terseret sejauh 2,5 kilo meter. Seluruh bagian masjid hancur hanya kubah masjid yang berdiameter 4x4 meter yang masih utuh. Kubah masjid tersebut terdampar di Desa Gurah, kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Itulah sebagian objek wisata peninggalan tsunami yang dapat dirangkung JAKWISATA.COM. semoga dengan adanya artikel ini dapat menjadikan anda mengetahui betapa dahsyatnya bencana yang pernah menimpa Aceh. (*)

loading...

Tidak ada komentar